My Family...My Life

My Family...My Life

Sunday, May 29, 2011

Making peace of your past...so, it won't mess up the present.....

Assalamualaikum and good evening to all...



I had been very busy all these days...got locked up in our study room during the weekends and had full concentration on my transciption work which is due tomorrow...too bad, although it was not mine but was instructed by my honourable BOSS to help my collegue as she got stuck with the english transciption...so, i got the "shit"...i called it a "shit" coz this one is a "shit"....luckilly, i am not having a high blood pressure or suffering migrain or any kinds of headaches...if not, i would have collapsed while doing it...i had put all my strength to end it up this evening and i felt so relieved when I finished doing it...no doubts, there are other cases which is needed to be transcribed but THIS ONE IS REALLY A BURDEN....

Well, it has been quite sometimes that i had not been updating my blog, Just thought of writing on something to ease my night after a very long-tiring day.... just thought of asking myself....Are regrets, bad memories, or losses keeping me from enjoying each new day? Is the past keeping me from moving into the future with hope and anticipation?


I recently heard a man say that it was not until he made peace with his past that he truly began to live.  It changed his life so drastically that everyone noticed there was something different about him.  It was not until 20 years after losing his father that he began to grieve the loss for the first time.  He finally allowed himself to face his past with all the anger and pain.  There was so much that he missed out on.  There were lost opportunities and things that would never be, so many regrets, poor choices, and bad experiences that would affect the rest of his life. 

This man went through a process of acceptance and forgiveness.  He felt the pain.  He felt the anger.  He mourned what was and could have been.  And then, he released it.  He made peace with his past, and he was ready to move on with his life.  Suddenly, new opportunities before him became exciting.  He began to fully appreciate what he had, the people in his life, and what he had become.  He began to hope for a better and brighter future.  He was ready to give more of himself to others.  And he began to enjoy his life more and more.

For the first time since he could remember, he felt free—free of burdens from the past, free of unresolved pain, free of bitterness and self-pity.  He was free indeed!  He was free to enjoy his life, his family, and all that he had like never before.  The past would no longer steal his joy and hope.  It could not hold him back, and it was not going to keep him down any longer.

Is your past keeping you from fully enjoying your life?  Sometimes we do not stop and think about it.  Just like the man described above, we might have regrets, unresolved pain, sorrow, anger, or unforgiveness.  These things keep us bound to the past.  The past does not have to negatively influence our future.  We can release it as we face it, deal with the emotions, come to accept what was and now is, and forgive our past.

Making peace with our past will lead us to experience healing, wholeness, and freedom to live our life with true joy.   Every day is a new day to appreciate and enjoy.  We do not have to allow our past to keep us from being truly happy today.  Choose to be free and take the necessary steps to be free now......



so, the weekend ends and tomoro we start a new day in a new week...coming soon a new month....
When your past no longer controls your life—your peace, your hope, attitude, relationships, ability to love others, give and share of yourself, dream, believe, and trust once again, then you are free!

God grant me the serenity to accept the things I cannot change; courage to change the things I can; and wisdom to know the difference.


GOOD NITE & SWEET DREAMS EVERYONE...


 mAmAzUe

Thursday, May 26, 2011

Mukjizat di sebalik BISMILLAH......


 Assalamualaikum....
apa kabo...

 jUmAaT dAtAnG LaGi......

Marilah kita bersama-sama berkongsi satu ilmu pada malam Jumaat yang mulia ini.....

BISMILLAH adalah sebutan/nama singkat dari lafaz 'BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM' yang bermaksud 'Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha  Penyayang.' 

KELEBIHAN-KELEBIHAN BISMILLAH 

1. Yang pertama ditulis Qalam adalah BISMILLAH. Maka apabila kamu menulis sesuatu, maka tulislah BISMILLAH pada awalnya kerana BISMILLAH tertulis pada setiap wahyu yang Allah turunkan kepada   Jibrail.. 

2. ' BISMILLAH untukmu dan umahmu, suruhlah mereka apabila memohon sesuatu dengan BISMILLAH. Aku tidak akan meninggalkannya sekejap mata pun sejak BISMILLAH diturunkan kepada Adam. '(Hadith Qudsi) 

3. Tatkala BISMILLAH diturunkan ke dunia, maka semua awan berlari ke arah barat, angin terdiam, air laut bergelora, mendengarkan seluruh binatang dan terlempar semua syaitan. 

4. Demi Allah dan keagunganNya, tidaklah BISMILLAH itu dibacakan pada orang sakit melainkan menjadi ubat untuknya dan tidaklah BISMILLAH dibacakan di atas sesuatu melainkan Allah beri berkat ke atasnya. 

5. Barangsiapa yang ingin hidup bahagia dan mati syahid, maka bacalah BISMILLAH setiap kali memulakan sesuatu perkara yang baik. 

6. Jumlah huruf dalam BISMILLAH ada 19 huruf dan malaikat penjaga neraka ada 19 (QS. AL Muddatsir: 30).Ibnu Masud berkata: ' Sesiapa yang ingin Allah selamatkan 
dari 19 malaikat neraka maka bacalah BISMILLAH 19 kali setiap hari. ' 


7. Tiap huruf BISMILLAH ada JUNNAH (penjaga/khadam) hingga tiap huruf berkata, ' Siapa yang membaca BISMILLAH maka kamilah kekuatannya dan kamilah kehebatannya. ' 

8. Barangsiapa yang memuliakan tulisan BISMILLAH nescaya Allah akan mengangkat namanya di syurga yang sangat tinggi dan diampunkan segala dosa kedua orang tuanya. 

9. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH maka akan bertasbihlah segala gunung kepadanya. 

10. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, maka akan terpelihara dari gangguan syaitan, kecurian dan kebakaran, maut mendadak dan bala. 

11.  Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 50 kali di hadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati si zalim serta naiklah keberanian dan kehebatan kepada si pembaca.. 

Yang terbukti adalah membaca Bismillah sebanyak 21 kali sebelum tidur dan sambil menepuk bantal 3 kali dan berniat untuk bangun subuh adalah mujarab sekali...tak payah nak buka jam loceng, membunyikan alarm dengan lagu-lagu rock melalui handfon canggih zaman moden ni...tapi tetap tidak akan bangun..bangun-bangun pun mungkin dah jam 8pagi...subuh ntah kemana....begitulah keadaannya...tetapi dengan meneruskan amalan membaca Bismillah 21 kali ini akan membuat kita terkejut dari buaian mimpi yang indah ....InSyaALLAH...

Apa-apa yang kita buat mestilah dengan NIAT....NAWAITU adalah very IMPORTANT...

Tanpa keyakinan dan mempunyai perasaan was-was tiada apa yang dapat ditolong,...

TOLONG LAH DIRI SENDIRI UNTUK MEMPERBAIKI DIRI 



 MaMaZuE

Wednesday, May 25, 2011

Sabar itu indah...terlalu indah.....


Assalamualaikum kengkawan di luar sana....
tetiba jer malam ni nak menulis mengenai kesabaran....Sabar itu adalah separuh daripada keimanan....
Menghiasi diri dengan sifat sabar merupakan akhlak orang-orang mulia. mereka menghadapi kesulitan hidup dengan berlapang dada, tidak mudah menyerah, serta penuh kepercayaan diri. kerana itu, jika kita bersabar, apa lagi yang boleh kita lakukan?

Apakah anda mempunyai penyelesaian yang lain daripada bersabar?Dan apakah anda mengetahui senjata lain selain daripada kesabaran untuk menghadapi persoalan hidup?

Suatu ketika seorang tokoh menghadapi pelbagai musibah yang datang silih berganti dalam hidupnya dan juga berbagai kesulitan yang berlumba untuk menghancurkannya. setiap kali selesai daripada satu kesulitan, kesulitan yang lain pula datang mengunjunginya. meskipun demikian, ternyata ia mampu menepis segala kesulitannya itu dengan penuh kesabaran dan menjadikan kepercayaannya terhadap Allah sebagai perisai diri daripada kehancuran.

Demikianlah yang dilakukan oleh orang-orang yang mulia dan terhormat itu dalam berjuang melawan setiap dugaan dan mencampakkan semua kesulitan hidupnya terkapar di atas tanah.

Bersabarlah! Akan tetapi, ketahuilah bahawa anda tidak mampu bersikap sabar, kecuali atas pertolongan dan taufiq dari Allah. bersabarlah sebagaimana kesabaran orang yang yakin akan datangnya pertolongan Allah, orang yang tahu akan sebaik-baik tempat kembali, orang yang mengharapkan pahala, dan orang yang mengharapkan terhapusnya dosa. Bersabarlah, meskipun anda menghadapi pelbagai persoalan hidup dan menghalangi jalan yang akan anda tempuhi. sesungguhnya pertolongan akan datang setelah kesabaran, kelapangan akan datang setelah kesusahan dan kemudahan akan datang setelah kesulitan.


Sabar itu indah
Senyum itu bahagia
Tangisan itu kadang-kadang suka
Dan kadang-kadang duka
Inilah sebuah citra dunia.

Rindu itu anugerahNya
Dunia itu hanya sementara
Tapi, di sini hidup bermula
Sebelum berhijrah ke "daerah sana”.

Dakwah itu usaha mulia
Supaya Islam tersebar ke serata dunia
Usrah sebagai pintu utama
Tarbiah Ilahi manis tiada terkata.

Jihad itu pintu perjuangan
Usaha itu tangga kejayaan
Doa senjata mukmin jangan sesekali ditinggalkan.
Tawakkal itu tanda redha hati insan.


-Teruskan usaha…teruskan bersemangat…lakukan perubahan



Tuesday, May 24, 2011

Dosa gugur apabila suami, isteri bersalam.....



Assalamualaikum ...peringatan pada malam ini...terbaca artikel ini & rasa amat trtarik dengannya dan harap dapat berkongsi sesuatu sebagai panduan kita dalam kehidupan harian sebagai suami dan isteri.....


RASULULLAH saw bersabda, yang bermaksud: "Seorang isteri yang bermuka muram di hadapan suaminya, maka ia dalam kemurkaan Allah hingga ia dapat membuat suasana yang riang gembira kepada suaminya dan memohon kerelaannya."

Begitulah besarnya harga senyuman seorang isteri kepada suaminya kerana senyuman akan mencetuskan suasana kegembiraan yang sebenarnya dikehendaki suami ketika pulang dalam keletihan.

Muka yang masam bukan saja akan menimbulkan kemarahan suami, malahan menyebabkan Allah turut murka dan kemurkaan Allah itu berkekalan hingga isteri berjaya mengembalikan suasana gembira serta memohon keampunan daripada suami.

Sesungguhnya keredaan Allah terletak pada keredaan suami. Justeru, apabila suami pulang segeralah bukakan pintu, persilakan masuk dengan penuh hormat dan ciumlah tangan suami sebagai tanda hormat serta meminta maaf, walaupun isteri merasakan tidak berbuat sebarang kesalahan pada hari itu.

Sebuah hadis ada menyebut bahawa apabila seorang suami bersalaman dengan isterinya, maka gugurlah segala dosa dari celah-celah jari mereka berdua.
Andai mempunyai anak-anak, ajarlah mereka itu untuk selalu bersalaman dengan ayahnya kerana kelaziman akan memupuk rasa kasih dan hormat anak-anak kepada orang tua.
Kebahagiaan rumahtangga terletak pada akhlak dan budi pekerti isteri. Biarpun seorang isteri itu tidak cantik tapi jika cukup sempurna layanannya terhadap suami dan berakhlak pula, tentu ia akan menjadi penghibur dalam rumahtangga.

Oleh itu wahai isteri, hendaklah berlumba-lumba untuk menjadi seorang isteri yang solehah, yang bertakwa, berakhlak mulia dan taat kepada suami.
Rasulullah bersabda, yang bermaksud: "Sungguh-sungguh memintakan ampun untuk seorang isteri yang berbakti kepada suaminya, iaitu burung-burung di udara, ikan-ikan di air dan malaikat di langit selama dia sentiasa dalam kerelaan suaminya."

Jika seorang isteri mengharap cintanya berbalas, maka banyakkan mencari keredaan Allah melalui keredaan suami.....

So, apa lagi, marilah kita sama-sama amalkannya agar kehidupan rumahtangga menjadi lebih terselah dan cerah sentiasa...di samping itu kita dapat mendidik anak-anak kita yang semakin remaja untuk melakukannya setelah mereka sendiri berumahtangga kelak...akhlak yang mulia akan menyinari kerukunan alam perkahwinan yang mungkin telah kita lalui untuk selama 20 tahun atau lebih...sesungguhnya  semakin lama alam perkahwinan ini, semakin ada perasaan sayang-menyayangi, cinta-mencintai dan bukan sekadar melepaskan keperluan sahaja....semakin tua, semakin sayang..itulah sepatutnya diamalkan oleh kita semua...betul tak ????  

 Tak kiralah kalau suami memang kepala angin atau terlalu berang, kita terima lah dirinya seadanya...dan redha dengan pilihan yang kita buat....layaaaaaaaaaaaaaaaannnjer kerenahnya dan banyak-banyaklah berdoa agar beliau akan menjadi lebih memahami dan pandai menjaga hati diri kita jua...InsyaAllah...



 MaMaZuE